Hari ini ngumpul lagi sama temen2 dekett.. Senang. Tanpa sadar ternyata kangen juga gue sama mereka, cerita2 panjang lebar yg ngalor ngidul, cerita kabar sehari-hari masing-masing, pengalaman2 terbaru, rencana ke depan, dan yg paling seru kalo udah rencana jalan-jalaan.. Yaah walopun sebagian besar cuma berakhir sampe rencana aja sihh, krn kesibukan masing-masing. Hehehe tapi gue cukup senangg.
Sebenernya setelah masuk dunia koas ini jadi jarang banget pergi sama mereka. Ketemu juga sekali-sekali. Nah paling kesempatan klo lagi ada yg ultah gini yang bikin qt ngumpul lagi. Yang kali ini dalam rangka ultahnya dewii.
Seiring terbangnya waktu secara ga sadar membawa perubahan juga pada content obrolan kami. Masa-masa S1 dulu paling seputar perkuliahan, dosen2, cowok atau gebetan msg2 (ups, ketauan), tugas2 kuliah, tempat makan baru, film2 bagus, dan seputaran itu.. Tapi makin kesini pembicaraan mulai tambah ‘berat’ ke masalah2 hidup dan masa depan.
Setelah ketemuan sm mereka hampir setengah hari ini, walopun sebentar dibanding lamanya ga ketemu dari sebelumnya, tapi cukup menggugah gue untuk memikirkan dan meresapi ‘isi’ apa yg udah kita bicarakan. Sampe pengen ngepost di blog lagi. Hehehe.
Membicarakan masa depan, salah seorang diantara kami ber-5 sudah memiliki planning yang jelas mengenai hidupnya. Sudah mempersiapkan dan memantaskan diri untuk menjadi pasangan hidup seseorang. Seorang lagi yang belum lama mulai menjalin hubungan baru dengan seseorang nampaknya memiliki prognosis yang lebih baik dari sebelumnya (disetujui orang tua). Yang lain ada yang baru saja mendapat pencerahan setelah menjalani umroh. Dan yang lain lagi juga tampak lebih dewasa dan enjoy dengan kehidupannya sekarang dan terlihat belajar banyak dalam proses rotasi klinik ini. Sedangkan gue?
Gue merasa jalan di tempat. Gue bertanya ke diri sendiri, apa yang udah gue kerjakan sampai sekarang? Seberapa bermanfaat gue buat orang lain? Sudahkah gue bisa membuat orang tua bahagia? Apa planning gue untuk masa depan gue, untuk 5 tahun ke depan, untuk satu tahun ke depan, untuk setengah tahun ke depan, untuk beberapa bulan bahkan hari ke depan? Mau jadi apa gue? Mau kemana setelah jadi dokter? Kapan gue siap untuk menikah? Apakah gue udah pantas untuk itu? Dengan siapa? Apakah udah benar apa yg gue jalani sekarang? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang untuk saat ini belum bisa gue jawab, bikin bingung :s
Dengan kata lain, gue belum tau masa depan apa yang gue inginkan. Seharusnya mungkin gue lebih spesifik untuk itu. Yang gue tahu sekarang gue menjalani apa yang ada aja, untuk ke depannya harapan gue standar seperti kebanyakan orang, live happily ever after, bahagia dunia-akhirat.
Tapi sekali lagi, mungkin doa gue belum spesifik, usaha gue belum spesifik. Makanya gue masih seperti jalan di tempat. Sebenarnya gue hanya mencoba selalu bersyukur dan ga neko-neko. Gue lebih seperti air di hulu sungai yang mengalir dan meyakini pasti semua akan berakhir di hilir (laut), dan berharap apapun hilirnya itu adalah hilir terbaik dan paling indah.
Sejak obrolan hari ini sama temen2, walopun ga secara eksplisit diutarakan, gue sadar, masa depan itu seharusnya diciptakan bukan sekedar menunggunya datang. Gue mendapat inspirasi dan masukan banyak dari temen gue yg dengan spesifik ikhtiar, berdoa, dan tawakal untuk mencapai masa depan harapannya. Dan alhamdulillah ketika memang niatnya baik, jalannya selalu lebih mudah.
Gue udah sering dengar cerita lika-liku perjalanan hidup beberapa orang, sampai paling tidak gimana akhirnya bertemu dengan jodoh masing2 dan mulai menjalani tahap kehidupan selanjutnya. Jalannya beda-beda memang, kebanyakan berakhir bahagia, meskipun beberapa belum sampai pada akhir bahagianya karena ternyata pilihan mereka belum tepat, dan Allah masih bilang ‘tunggu’.
Balik lagi refleksi ke diri gue sendiri. Perjalanan hidup seperti apa yang gue punya? Flat? Standar? Ikut arus? Happy ending?
I have to make a change. For my life, for better future, for my parents, for my family, for my belief, for the people around, and perhaps for my country and my world.
Mungkin dengan umur segini telat buat gue mengatur dan merencanakan masa depan, tapi sering denger ‘ga ada kata terlambat’ kan…
The future belongs to those who believe, and at least from now on I start to believe it
Satu key tips dari temen gue yang udah bisa merencanakan dan mendapat pencerahan untuk masa depannya adalah selalu percaya dan berdoa sama Allah swt. Dan supaya doa-doa qt diijabah Allah qt jg harus memantaskan diri. Jadi lah pribadi yg ‘cantik’ luar-dalam. Jadilah anak soleh yg doanya untuk kedua orang tua didengar Allah. Selagi qt di jalan yg benar jangan takut untuk sedih, jangan takut untuk kecewa. Semua akan indah pada waktunya
Dear Allah swt,
Sometimes it’s hard for me to understand what You really want to happen.
But I trust You.
I know You’ll give me what’s best =)